Kamis, 23 Februari 2012

Safety Riding For Your Life

Teringat baru-baru ini kejadian yang menimpa seorang teman. Motornya terjatuh saat kecepatan tinggi di daerah puncak. Tanpa sengaja melintasi jalanan yang tidak rata. Kejadiannya terjadi saat dia sedang berada dalam group riding. Menurut informasi, sang teman berada dalam urutan ketiga dari depan. Touring mereka sebut kegiatan malam itu. Touring dan Group RIding, dua kata yang sangat akrab untuk disandingkan dengan Safety Riding. Safety Riding seharusnya menjadi hal yang mutlak dan harga mati bagi seseorang atau group yang ingin melaksanakan touring. Memang kecelakaan dapat terjadi di mana saja dan kapanpun. Echm... wong orang udah bener jalan di trotoar dan nunggu bis di halte saja bisa tewas dengan kejam koq. Tapi justru hal ini seharusnya membuat kita semakin sadar dan peduli untuk meminimalisir dampak saat terjadi kecelakaan. Seperti memakai Safety Gear tambahan selain Helm, seperti Knee Protector atau Elbow Guard. Ya memang sih agak ribet dan kelihatan rempong jika dilihat oleh orang lain. Tapi saya rasa ini akan mereka rasakan sangat berguna jika mereka mengalami hal yang tidak diinginkan. Tetap ingat kalimat saya barusan "Kecelakaan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja". Jadi yah mari kita minimalkan dampak jika terjadi kecelakaan.
Selain safety gear yang dikenakan, ada hal lain yang harus diperhatikan saat melakukan group riding. Hand Code dan Foot Code. Saya rasa ini mata pelajaran wajib yang harus diikuti bagi setiap biker yang hobi touring. Atau setidaknya ini bahan yang wajib dibahas saat briefing sebelum kita melakukan touring. Sangat berguna jika ada biker yang baru pertama kali ikut group riding. Yah mungkin saja banyak biker yang sering solo touring ke kampung halamannya (mudik) dengan menggunakan motor, tapi dalam group riding keselamatan peserta ada di tangan biker masing-masing. Atau dengan kata lain keselamatan teman-teman kita ada di tangan kita sendiri.



Kembali kepada sang teman yang bernasib malang. Menurut informasi dia sedang berada dalam urutan ke tiga dan dalam kecepatan yang lumayan kencang tidak tersadar di depan tiba-tiba ada jalanan yang tidak rata. Lantas saja hilang kendali dan terperosok ke aspal bersama boncenger. Untung saja nyawa pengemudi dan boncenger masih terselamatkan. Namun yang disedihkan sampai saat saya menulis ini sang teman belum juga sadar. Trauma dikepala dan ada gumpalan darah di otak yang membuat dia sampai sekarang masih harus beristirahat di rumah sakit.

Sangat disesalkan sekali, kejadian ini seharusnya dapat dihindari atau setidaknya dapat diminimalisir. Tidak ingin menyalahkan siapapun, tapi hanya ingin menyesalkan.

-Seandainya saja sang RC (Road Captain) memberi sinyal jika terdapat jalanan yang tidak rata. Mungkin sang RC sudah member sinyal tapi tidak diikuti secara beruntun oleh biker yang di belakangnya. Atau juga sudah memberi sinyal tapi sang teman tidak melihat sinyal tersebut.



Nasi sudah menjadi bubur, tapi walau sudah menjadi bubur alangkah lezatnya jika buburnya kita buat menjadi lebih istimewa sehingga kita menjadi lebih bernafsu untuk memakannya. Banyak pelajaran yang bisa kita dapat dan teman-teman saat kejadian malam itu. Untuk lebih menghargai hidup dengan mencoba bertahan hidup di jalanan yang kejam. \m/